Edu

Eselon di Perguruan Tinggi (Negeri)?

Suatu hari, penulis mendapatkan permintaan persyaratan dari salah satu lembaga berupa surat keterangan yang harus ditandatangani oleh pejabat minimal eselon 2. Selama ini biasanya surat keterangan dibuat oleh pejabat yang berwenang, bisa Dekan, Wakil Dekan, Wakil Rektor, Rektor, dst sesuai dengan keperluan. Kali ini penulis penasaran untuk mencari eselon-isasi di perguruan tinggi atau kementerian, dan ternyata cukup sulit untuk menemukan aturan hukum/perundangan yang memuat daftar lengkap daftar eselon di kementerian atau perguruan tinggi.Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya penulis memilih KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1985 TENTANG JENJANG PANGKAT DAN TUNJANGAN JABATAN STRUKTURAL sebagai dasar pemilihan pejabat penandatangan surat minimal eselon 2. Berikut ini adalah daftar eselon di Kementerian Pendidikan Kebudayaan:

Eselon I a :
1) Sekretaris Jenderal.
2) Inspektur Jenderal.
3) Direktur Jenderal.
4) Kepala Badan.
5) Rektor Universitas/Institut Negeri.

b. Eselon I b :
1) Dekan Fakultas pada Universitas/Institut Negeri.
2) Pembantu Rektor Universitas/Institut Negeri.
3) Ketua Lembaga pada Universitas/Institut Negeri.
4) Staf Ahli Menteri (setinggi-tingginya).

c. Eselon II a :
1) Kepala Biro.
2) Inspektur.
3) Direktur.
4) Sekretaris Inspektorat Jenderal/Direktorat Jenderal/ Badan.
5) Kepala Pusat.
6) Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tipe A dan Tipe B.
7) Ketua Sekolah Tinggi Negeri.
8) Koordinator pada Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta.
9) Kepala Biro pada Universitas/Institut Negeri.
10) Pembantu Dekan Pada Universitas/Institut Negeri.
11) Sekretaris Lembaga pada Universitas/Institut Negeri.
12) Kepala Pusat pada Universitas/Institut Negeri.

d. Eselon II b :
1) Koordinator pada Biro kepegawaian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
2) Koordinator pada Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
3) Kepala Perpustakaan Nasional.
4) Kepala Museum Nasional.
5) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis.
6) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Pengetahuan Alam.
7) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Kejuruan.
8) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Bahasa.
9) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Moral Pancasila.
10) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika.
11) Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi.
12) Sekretaris pada Sekretariat Pelaksana Koordinasi Peguruan Tinggi Swasta.
13) Kepala Pusat Produksi Media Pendidikan, Informatika, dan Pengolahan Data pada Universitas Terbuka (UT).
14) Kepala Pusat Pengolahan Pengujian pada Universitas Terbuka (UT).

e. Eselon III a:
1) Kepala Bagian.
2) Inspektur Pembantu.
3) Kepala Bidang.
4) Kepala Sub Direktorat.
5) Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
6) Kepala Bagian/Bidang pada kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tipe A dan Tipe B.
7) Direktur Akademi.
8) Kepala Bagian pada Sekretariat Pelaksana Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta.
9) Kepala Bagian/Balai pada Universitas/Institut Negeri.
10) Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh pada Universitas Terbuka.
11) Kepala Perpustakaan Tipe A pada Universitas/Institut Negeri.

f. Eselon III b :
1) Kepala Bagian/Bidang pada Perpustakaan Nasional.
2) Kepala Bagian/Bidang pada Museum Nasional.
3) Kepala Bagian/Bidang pada Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis/Ilmu Pengetahuan Alam/Kejuruan/Bahasa/Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Moral Pancasila/Matematika/Teknologi.
4) Kepala Perpustakaan Wilayah.
5) Kepala Museum Negeri Propinsi.
6) Kepala Museum Kebangkitan Nasional.
7) Kepala Balai Penataran Guru.
8) Kepala Balai Pengembangan Kegiatan Belajar.
9) Kepala Balai Penelitian Bahasa.
10) Kepala Taman Budaya.
11) Kepala Balai Arkeologi.
12) Kepala Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
13) Kepala Balai Latihan Pendidikan Teknik.
14) Kepala Balai Produksi Media Radio.
15) Kepala Balai Produksi Media Televisi.
16) Kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala.
17) Kepala Perpustakaan Tipe B pada Universitas/Institut Negeri.

g. Eselon IV a :
1) Kepala Sub Bagian.
2) Pemeriksa.
3) Kepala Seksi.
4) Kepala Sub Bidang.
5) Kepala Sub Bagian pada Sekretariat Pelaksana Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta.
6) Kepala Museum Sumpah Pemuda.
7) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tipe A dan Tipe B/Kantor Depar temen Pendidikan dan Kebudayaan.
8) Kepala Sub Bagian pada Universitas/Institut Negeri.
9) Kepala Sub Bagian pada Unit Program Belajar Jarak Jauh pada Universitas Terbuka.
10) Kepala Sub Bagian pada Pusat Produksi Media Pendidikan, Informatika, dan Pengolahan Data pada Universitas Terbuka.
11) Kepala Sub Bagian pada Pusat Pengolahan Pengujian pada Universitas Terbuka.

h. Eselon IV b :
1) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Perpustakaan Nasional.
2) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Museum Nasional.
3) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis/Ilmu Alam/Kejuruan/Bahasa/Ilmu Pengeta- huan Sosial dan Pendidikan Moral Pancasila/Matematika.
4) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Perpustakaan Wilayah.
5) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Museum Negeri Propinsi.
6) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Balai Pengembangan Penataran Guru.
7) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Balai Pengembangan Kegiatan Belajar.
8) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Taman Budaya.
9) Kepala Sub Bagian pada Balai Arkeologi.
10) Kepala Sub Bagian pada Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
11) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Balai Pendidikan dan Latihan Teknik.
12) Kepala Sub Bagian/Seksi pada Balai Produksi Media Radio/Balai Produksi Media Televisi.
13) Kepala Sub Bagian pada Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala.
14) Kepala Sub Bagian pada Balai Penelitian Bahasa.
15) Kepala Sanggar Kegiatan Belajar.
16) Kepala Sanggar Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan.
17) Kepala Kantor Pendidikan dan Kebudayaan di Kecamatan.

i. Eselon V a :
1) Kepala Urusan/Sub Seksi pada Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
2) Kepala Urusan pada Universitas/Institut Negeri.
3) Kepala Urusan/Sub Seksi pada Sanggar Kegiatan Belajar.
4) Kepala Urusan pada Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan.
5) Penilik Pendidikan Masyarakat /Pembinaan Generasi Muda/Keolahragaan/Kebudayaan.

j. Eselon V b :
Kepala Urusan/Sub Seksi pada Sanggar Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Semoga tulisan ini memberikan informasi mengenai gambaran pejabat eselon (atau yang setara) terutama di lingkup PTN, jika ada kekeliruan atau tambahan informasi mengenai pijakan hukum peraturan terbaru silahkan tinggalkan komentar.

Skip to toolbar